Sejarah Seni Teater Di Indonesia
Pada saat itu, yang disebut «teater», sebenarnya baru merupakan unsur-unsur teater, dan belum merupakan suatu bentuk kesatuan teater yang utuh. Setelah melepaskan diri dari kaitan upacara, unsur-unsur teater tersebut membentuk suatu seni pertunjukan yang lahir dari spontanitas rakyat dalam masyarakatlingkungannya. Berikut ini disajikan beberapa bentuk teater tradisional yang ada di daerah-daerah di Indonesia.
Wayang
Wayang merupakan suatu bentuk teater tradisional yang sangat tua, dan dapat ditelusuri bagaimana asal muasalnya. Pada masa pemerintahan Raja Balitung, telah ada petunjuk adanya pertunjukan Wayang seperti yang terdapat pada Prasasti Balitung dengan tahun 907 Masehi. Oleh karenanya pertunjukan wayang dianggap kesenian tradisi yang sangat tua. Sang Prabu ingin mengabadikan wajah para leluhurnya dalam bentuk gambar yang kemudian dinamakan Wayang Purwa.
Teater sebagai Media Ekspresi
Berbeda dengan seni musik yang mengedepankan aspek suara dan seni tari yang menekankan pada keselarasan gerak dan irama.
Teater sebagai Media Pendidikan
Melainkan untuk mewujudkannya diperlukan kerja tim yang harmonis. Jika suatu teater dipentaskan diharapkan pesan-pesan yang ingin diutarakan penulis dan pemain tersampaikan kepada penonton.
Ciri-Ciri Seni Teater
semua ucapan ditulis dalam sebuah teks. Naskah drama dilengkapi sebuah petunjuk tertentu yang harus dilakukan tokoh pemerannya. Petunjuk ditulis dalam tanda kurung atau dengan memberikan suatu jenis huruf yang berbeda dengan huruf dialog.
Drama Musikal
Merupakan pertunjukan teater yang menggabungkan seni menyayi, menari dan akting.
Teater Gerak
Teater gerak merupakan pertunjukan teater yang unsur utamanya ialah herak dan ekspresi wajah serta tubuh pemainnya.
Teater Dramatik
Istilah dramatik digunakan untuk menyebut pertunjukan teater yang berdasar pada dramatika lakon yang dipentaskan.
Pemain
Pemain merupakan orang yang memerankan tokoh tertentu, ada tiga jenis pemain yakni peran utama, peran pembantu dan peran tambahan atau figuran. Sutradara ialah orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater.
Properti
Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan teater.
Seluruh pekerja yang terkait dengan pementasan teater antara lain
Tata rias ialah cara mendandani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih menyakinkan. Tata busana ialah pengaturan pekaian pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki.
Membantu segala sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang sutradara.
Peran Seni Teater dalam Lingkup Sosial Masyarakat
Di balik itu, ada amanat yang ingin disampaikan kepada masyarakat tentang sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan sosial masyarakat. Kehidupan yang dimaksud menyangkut seluruh perilaku sosial yang berlaku pada kelompok masyarakat tertentu. Apa yang diungkapkan dalam garapan teaternya adalah suasana hati, perasaan, dan nurani, serta keadaan jiwa. Menonton sebuah pertunjukkan teater adalah belajar menafsirkan ide-ide apa yang dikomunikasikan oleh seniman teater kepada khalayak.
Oleh sebab itu, penonton dituntut untuk tidak hanya menggunakan emosinya dalam menyaksikan pertunjukkan, tetapi juga pikirannya agar bisa mengambil hikmah dari apa yang telah disaksikannya. Dalam sebuah pertunjukkan, selalu ada tema, isi, serta pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Menonton adlah proses belajar memahami gagasan atauide yang disampaikan oleh orang lain . Teater berfungsi untuk alat propaganda, misalnya program-program pemerintah, propaganda politik, atau program-program yayasan tertentu yang berhubungan dengan jasa layanan masyarakat.






0 Comments