SMAnja Online – Seorang mukmin yang senantiasa membaca Alquran digambarkan dalam hadits Abu Dawud, seperti buah yang wangi dan manis. Sedangkan seorang mukmin yang tidak suka membaca Alquran seolah-olah seperti buah yang rasanya manis tetapi tidak memiliki aroma wangi.
Sementara itu, orang fasik yang suka membaca Alquran digambarkan seperti buah yang aromanya wangi namun rasanya pahit. Terakhir, orang fasik yang tidak suka membaca Alquran, digambarkan seperti buah yang tidak beraroma dan rasanya juga pahit.
Seseorang yang selalu membaca Alquran memiliki keistimewaan tersendiri. Banyak sekali keutamaan untuk orang yang menyibukkan diri dengan membaca kitab suci Alquran, tak terkecuali bagi kelas 12 SMA 1 Simanjaya yang setiap akhir tahun pembelajarannya selalu bermunajat/tirakat kesuksesannya degan mengkhatamkan Al Qur’an. alhamdulillah pada tirakatan angkatan 2023-2024 ini khatam sebanyak 45 kali.
Agus Musyaddan dari Pondok Tahfidz Al Furqon selaku pe-mauidzoh menyampaikan, bahwa khotmil qur’an memiliki banyak keutamaan;
1. Malaikat Memohonkan Ampun
Keutamaan mengkhatamkan Al-Quran ialah para malaikat akan memohon ampun untuknya. Setiap muslim yang senantiasa membaca kitab suci ini hingga mengkhatamkannya, maka 60 ribu malaikat akan memohon ampun untuknya.
Sesuai dengan hadits Nabi yg menyatakan;
“Ketika seorang hamba mengkhatamkan Al-Quran, maka di penghujung khatamnya, sebanyak 60 ribu malaikat akan memohon ampun untuknya” (HR. ad-Dailami).
“Siapa saja yang membaca Al-Quran seratus ayat dalam satu malam, maka akan dicatat untuknya ketaatan satu malam itu.” (HR.Ahmad)
2. Diberikan Syafaat di Hari Kiamat
Keutamaan mengkhatamkan Al-Quran berikutnya adalah diberikan syafaat pada hari kiamat. Seseorang yang selalu menyibukkan dirinya membaca ayat-ayat suci Al-Quran maka di hari kiamat akan diberi syafaat.
Hal ini termaktub dalam salah satu hadits berikut, Rasulullah bersabda:
“Bacalah Al Quran. Sebab, ia akan datang memberikan syafaat pada hari Kiamat kepada pemilik (pembaca, pengamal)-nya,” (HR. Ahmad)
“Siapa saja yang disibukkan dengan membaca Al-Qur’an, hingga tak sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikan balasan terbaik orang-orang yang meminta. Ingatlah, keutamaan Al-Qur’an atas kalimat-kalimat yang lain seperti keutamaan Allah atasmakhluk-Nya,” (HR. Al-Baihaqi)
3. Diberikan Ketenangan
Seseorang yang mengkhatamkan kitab suci Al-Quran akan selalu diberikan ketenangan dalam situasi apapun. Selain itu, para malaikat juga akan melingkari dan memohon belas kasihan untuknya. Rasulullah SAW bersabda;
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dan mempelajarinya, melainkan akan turun ke ketenangan mereka, akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya .” (HR.Muslim)
4. Amalan Paling Dicintai Allah SWT
Salah satu amalan yang paling dicintai Allah adalah membaca kitab suci Al-Quran dan mengkhatamkannya. Hal ini sebagaimana dalam salah satu hadits berikut ini;
Dari Ibnu Abbas ra, beliau berkata ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Quran dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi)
Pada akhir mauidohnya, Agus Musyaddad berpesan kepada murid-murid;
1. Untuk selalu taat/manut kepada bapak ibu guru, karena kesuksesan murid itu ada pada gurunya, jangan membuat sakit hati,
2. Seorang santri harus benar-benar faham ilmu agama, apalagi yang laki-laki, bahkan sampai ke bab-bab kewanitaan sedangkan putra santri harus lebih faham daripada yang perempuan, karena nanti bertanggung jawab untuk mendidik istrinya.
3. Tempat pendidikan terbaik adalah di Pesantren, kalian semua sudah benar sekolah di Al Fattah, karena keilmuan sampean semua akan terjamin, baik ke shohihannya maupun barokahnya, pungkas beliau”. [eLsi]






0 Comments